Cakrawala

PEMBANTU


Bisa dibayangin deh gimana repotnya gak ada pembantu untuk ibu-ibu  yang bekerja maupun bagi mereka yang memiliki seabreg aktifitas  di luar rumah. Apalagi yang memang sudah terbiasa menyerahkan segala urusan tetek bengek rumah tangga kepada pembantu hingga puluhan tahun.  Kalo anak sudah besar-besar mungkin gak terlalu jadi kendala. Saya inget dulu waktu harus ‘nenteng-nenteng’ anak untuk ngajar ketika si kecil masih balita. Meskipun pinpinan maupun temen-temen di sekolah gak masalah, tapi rasanya gimanaaa gitu ya.. Sementara belum dapat pengganti, kadang malah, anak sampe dititip dulu ke tetangga karena keluarga dekat lokasinya agak jauh sie. Kondisi begini memang bisa ganggu kinerja  kita.

Cari pengganti juga gak gampang, harus selektif, karna terkait pada perkembangan anak yang akan menghabiskan banyak waktu bersamanya dirumah.  Jadi mau gak mau saya siasati supaya gak bergantung sepenuhnya pada pembantu sejak awal, dengan melibatkan anggota keluarga untuk urusan rumah tangga, minimal bisa membantu hal-hal sederhana yang bisa mereka lakukan untuk dirinya sendiri . Sebagai bagian dari proses mengembangkan nilai-nilai tanggung jawab, tidak bijaksana jika kita membiarkan si kecil yang masih duduk di TK misalnya, benar-benar  tergantung sepenuhnya pada pengasuhnya. Mulai melek di pagi hari hingga tidur di malam hari.  Lama-lama si kecil yang kita sayangi ini akan tumbuh menjadi seorang anak yang manja dan tidak mandiri.

Continue reading “PEMBANTU”