71News, Kelas IX

Pemanfaatan mikroba pada Bioteknologi Konvensional


wpvideo VpQzktcv]

Mari kita simak proses pembuatan tempe dlm bioteknologi konvensional pada Vidio diatas.

Hasil karya kelompok 1 kelas 9.1 SMPN 71 Jakarta.

Kahoot, Kelas IX, Materi KBM

Ayo Bermain Game Pelajaran


Anak jaman now siapa yang tidak suka games….? Era milenial dengan segala fasilitasnya tidak dapat dibendung perkembangannya. Cara belajar pun gak boleh ketinggalan jaman. Ayo kita bermain game …!

Silahkan klik link ini  Kuis IPA kelas 9 materi gerak dan pengukuran

Cakrawala, Cerita dibalik foto, Kelas IX, Materi KBM, Soal Uji Kompetensi

Workshop Membuat Soal On Line.


Setelah minggu lalu di gedung  ini, PGRI dan Pustekom memberikan pelatihan yg berhubungan dgn teknologi dan internet, kali ini Sabtu 27 Oktober, di tempat yg sama, gedung PGRI jln tanah Abang 3. Guru2 di wilayah Jabodetabek mendapat pelatihan lagi, materinya kali ini pembuatan soal on line.

Workshop  ini di ikuti oleh peserta yg berbeda dgn minggu lalu.  Saya hadir lagi sebagai pengurus PGRI, tentu saja tidak melewatkan kesempatan belajar sesuatu yg baru dari Narsum. Kali ini oleh pak Fakhrudin dari IG TIK sbg nara sumbernya.

Ini contoh yg saya buat. Bukan dari aplikasi yg diberikan dari pak Fachrudin memang, tapi saya buat dari Kahoot, sebuah aplikasi soal online dan game yg saya liat lebih praktis dan variatif.

Materinya IPA kls 9 Sistim Ekskresi. Baru contoh dan masih akan dikembangkan lagi. Kalo nanti punya waktu agak luang, soal2 contoh ini akan saya permak lagi. Tunggu tayangan dan pengembangan selanjutnya yaa….. Terima kasih buat murid2 SMP 71 yg saya banggakan, yg sudah mencoba masuk sbg peserta dlm game pelajaran yg di buat ini.

Ini dia tautanya : https://play.kahoot.it/#/k/a9192b36-9457-4993-96dc-02d22d626f87

 

 

Cakrawala

Workshop Pengembangan ekosistim sekolah berbasis TIK, kerjasama PGRI dan Pustekom


PGRI bekerja sama dgn Pustekom mengadakan pelatihan lagi untuk guru. Bertempat di gedung PGRI Jln. Tanah Abang 3 yg sedang dlm renovasi ini cukup representatif sbg tempat training guru dibidang teknologi dan pembelajaran, Krn dilengkapi dgn ruang2 belajar maupun ruang seminar yg didesain sedemikian rupa dgn akustik yg baik.

Pelatihan yg sudah berjalan rutin dlm sebulan terakhir ini merupakan salah satu bentuk komitment PGRI dlm pengembangan SDM guru di era informasi yg demikian pesat.

Kedepannya gedung ini bisa digunakan sbg training center untuk para guru, khususnya anggota PGRI .

Sabtu, 20 Oktober 2018 kegiatannya yg dimotori om Jay dgn nara sumber Dedi Dwitagama ( motivator) dan mbak Wulan (Pustekom) ini, dikuti oleh 50 peserta guru dari berbagai tingkatan di wilayah Jabodetabek. Antusiasme peserta terlihat ketika beberapa narasumber berbagi ilmu, seperti Dedi Dwitagama yg berbicara tentang media sosial yg yg dimanfaatkan untuk hal positif dan bagaimana menangkal hoax. Omjay berbicara tentang membuat blog yg berisi konten pelajaran untuk siswa. Dan masih banyak lagi ilmu yg didapat di sini.

Pak Dedi Dwitagama sedang memberikan materi pemanfaatan sosial media secara positif dan menangkal HOAKS .

Cakrawala

Habis gelap terbitlah terang… Kartini sekarang belum gelap belum bisa pulang….


Kartini Jaman Now

Ibu kita Kartini, putri Indonesia..... oooh, namanya Harum toooh ?

Setiap tanggal 21 April wanita selalu menjadi perbincangan hangat. Sosok wanita yang menginspirasi akan bermunculan. Kita banyak mengenal wanita-wanita “perkasa” ditiap jamannya. Perkasa bukan dalam pengerian fisik tentu saja. Dengan preferensi masing-masing orang, wanita hebat Indonesia pastilah sangat banyak.

Penokohan Kartini sebagai pejuang emansipasi sebenarnya sudah lama diperdebatkan, namun saya tidak ingin membicarakan kiprah tokoh yang namanya sengaja (terlanjur?) dicitrakan ini. Meskipun masih diperdebatkan sebagai hari perjuangan kaum wanita dari kungkungan dan keterbelajangan, kita tentu saja tidak menafikan ide-idenya bagi kemajuan wanita di jamannya.

Kalau kita mau ‘menelisik’ sejarah secara lebih teliti, terus terang saya lebih berdecak kagum pada perjuangan Cut Nyak Dien dan Dewi Sartika, yang secara jelas berbuat nyata bagi perubahan masyarakat di jamannya. Bukan berarti saya tidak mengagumi sosok Kartini, hanya saja tidak perlu berlebihan, karena ternyata banyak wanita Indonesia yang tidak terekpose kiprahnya bagi kemajuan kaumnya demi berbagai kepentingan dan situasi politik saat itu. Salah kaprahnya pemahaman emansipasi dibenak kaum wanita , makin mengarah pada gerakan feminisme yang keliru konteknya.

Sekarang mari kita lihat bagaimana perempuan di era yang sudah banyak memberi ruang seluas-luasnya bagi kemajuan wanita Indonesia saat ini.

Emansipasi, di satu sisi sudah nampak kebablasan. Padahal kita tahu, kemajuan wanita bukan berarti mengesampingkan kodratnya. Perjuangan Kartini berarti memberikan peran wanita sesuai porsinya. Wanita dan laki-laki memiliki kodratnya masing-masing. Benar bahwa saat ini wanita memiliki banyak peluang prestasi.

Continue reading “Habis gelap terbitlah terang… Kartini sekarang belum gelap belum bisa pulang….”