Kahoot, Kelas IX, Materi KBM

Ayo Bermain Game Pelajaran


Anak jaman now siapa yang tidak suka games….? Era milenial dengan segala fasilitasnya tidak dapat dibendung perkembangannya. Cara belajar pun gak boleh ketinggalan jaman. Ayo kita bermain game …!

Silahkan klik link ini  Kuis IPA kelas 9 materi gerak dan pengukuran

Cakrawala, Cerita dibalik foto, Kelas IX, Materi KBM, Soal Uji Kompetensi

Workshop Membuat Soal On Line.


Setelah minggu lalu di gedung  ini, PGRI dan Pustekom memberikan pelatihan yg berhubungan dgn teknologi dan internet, kali ini Sabtu 27 Oktober, di tempat yg sama, gedung PGRI jln tanah Abang 3, guru2 di wilayah Jabodetabek mendapat pelatihan lagi, kali ini khusus pembuatan soal on line.

Workshop  ini di ikuti oleh peserta yg berbeda dgn minggu lalu.  Saya hadir lagi sebagai pengurus PGRI, tentu saja tidak melewatkan kesempatan belajar sesuatu yg baru dari Narsum. Kali ini oleh pak Fakhrudin dari IG TIK sbg nara sumbernya.

Ini contoh yg saya buat. Bukan dari aplikasi yg diberikan dari pak Fachrudin memang, tapi saya buat dari Kahoot, sebuah aplikasi soal online dan game yg saya liat lebih praktis dan variatif.

Materinya IPA kls 9 Sistim Ekskresi. Baru contoh dan masih akan dikembangkan lagi. Kalo nanti punya waktu agak luang, soal2 contoh ini akan saya permak lagi. Tunggu tayangan dan pengembangan selanjutnya yaa….. Terima kasih buat murid2 SMP 71 yg saya banggakan, yg sudah mencoba masuk sbg peserta dlm game pelajaran yg di buat ini.

Ini dia tautanya : https://play.kahoot.it/#/k/a9192b36-9457-4993-96dc-02d22d626f87

 

 

Cakrawala

Workshop Pengembangan ekosistim sekolah berbasis TIK, kerjasama PGRI dan Pustekom


PGRI bekerja sama dgn Pustekom mengadakan pelatihan lagi untuk guru. Bertempat di gedung PGRI Jln. Tanah Abang 3 yg sedang dlm renovasi ini cukup representatif sbg tempat training guru dibidang teknologi dan pembelajaran, Krn dilengkapi dgn ruang2 belajar maupun ruang seminar yg didesain sedemikian rupa dgn akustik yg baik.

Pelatihan yg sudah berjalan rutin dlm sebulan terakhir ini merupakan salah satu bentuk komitment PGRI dlm pengembangan SDM guru di era informasi yg demikian pesat.

Kedepannya gedung ini bisa digunakan sbg training center untuk para guru, khususnya anggota PGRI .

Sabtu, 20 Oktober 2018 kegiatannya yg dimotori om Jay dgn nara sumber Dedi Dwitagama ( motivator) dan mbak Wulan (Pustekom) ini, dikuti oleh 50 peserta guru dari berbagai tingkatan di wilayah Jabodetabek. Antusiasme peserta terlihat ketika beberapa narasumber berbagi ilmu, seperti Dedi Dwitagama yg berbicara tentang media sosial yg yg dimanfaatkan untuk hal positif dan bagaimana menangkal hoax. Omjay berbicara tentang membuat blog yg berisi konten pelajaran untuk siswa. Dan masih banyak lagi ilmu yg didapat di sini.

Pak Dedi Dwitagama sedang memberikan materi pemanfaatan sosial media secara positif dan menangkal HOAKS .

Cakrawala

Habis gelap terbitlah terang… Kartini sekarang belum gelap belum bisa pulang….


Kartini Jaman Now

Ibu kita Kartini, putri Indonesia..... oooh, namanya Harum toooh ?

Setiap tanggal 21 April wanita selalu menjadi perbincangan hangat. Sosok wanita yang menginspirasi akan bermunculan. Kita banyak mengenal wanita-wanita “perkasa” ditiap jamannya. Perkasa bukan dalam pengerian fisik tentu saja. Dengan preferensi masing-masing orang, wanita hebat Indonesia pastilah sangat banyak.

Penokohan Kartini sebagai pejuang emansipasi sebenarnya sudah lama diperdebatkan, namun saya tidak ingin membicarakan kiprah tokoh yang namanya sengaja (terlanjur?) dicitrakan ini. Meskipun masih diperdebatkan sebagai hari perjuangan kaum wanita dari kungkungan dan keterbelajangan, kita tentu saja tidak menafikan ide-idenya bagi kemajuan wanita di jamannya.

Kalau kita mau ‘menelisik’ sejarah secara lebih teliti, terus terang saya lebih berdecak kagum pada perjuangan Cut Nyak Dien dan Dewi Sartika, yang secara jelas berbuat nyata bagi perubahan masyarakat di jamannya. Bukan berarti saya tidak mengagumi sosok Kartini, hanya saja tidak perlu berlebihan, karena ternyata banyak wanita Indonesia yang tidak terekpose kiprahnya bagi kemajuan kaumnya demi berbagai kepentingan dan situasi politik saat itu. Salah kaprahnya pemahaman emansipasi dibenak kaum wanita , makin mengarah pada gerakan feminisme yang keliru konteknya.

Sekarang mari kita lihat bagaimana perempuan di era yang sudah banyak memberi ruang seluas-luasnya bagi kemajuan wanita Indonesia saat ini.

Emansipasi, di satu sisi sudah nampak kebablasan. Padahal kita tahu, kemajuan wanita bukan berarti mengesampingkan kodratnya. Perjuangan Kartini berarti memberikan peran wanita sesuai porsinya. Wanita dan laki-laki memiliki kodratnya masing-masing. Benar bahwa saat ini wanita memiliki banyak peluang prestasi.

Continue reading “Habis gelap terbitlah terang… Kartini sekarang belum gelap belum bisa pulang….”

Cakrawala

Perselingkuhan di Dunia Maya


By : Ettylist

Kemajuan teknologi dan komunikasi melaui internet sedang merambah masyarakat kita. Untuk dapat terhubung ke internet saat ini sudah amat mudah dan murah. Perkembangannya yang begitu pesat, merubah pola komunikasi masyarakat. Terutama setelah maraknya situs jejaring sosial dengan nama facebook, wattshap dan sejenisnya ini begitu cepat dikenal masyarakat luas, dari berbagai kalangan dan usia. Ditambah lagi sudah banyak sarana komunikasi hand phone dengan harga relatif murah yang dilengkapi dengan fitur-fitur mudah. Kita dapat terhubung setiap saat dengan banyak orang tanpa sekat ruang dan waktu….

Yang menarik dari fenomena ini adalah semakin maraknya ajang reuni dari berbagai kalangan di berbagai tempat.

Terlepas dari tujuan kegiatan ini yang mungkin digunakan sebagian orang sebagai ajang pamer keberhasilan, reuni sebenarnya amat bagus sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan memperluas jaringan. Untuk tujuan ini syah2 saja reuni digelar karena manfaatnya jelas.

Saat ini saya tidak ingin menyoroti tentang maraknya reuni. Akan tetapi dampak dari teknologi yang telah memudahkan kita terhubung kembali dengan teman lama setelah puluhan tahun terpisah. Menarik untuk dicermati. Khususnya fenomena pemanfaatan jejaring sosial seperti facebook (FB) yang juga digunakan sebagai ajang perselingkuhan. Mengapa mesti terjadi perselingkuhan melalui dunia maya hingga merusak sendi2 keluarga dan menghilangkan kepercayaan pasangan. Apa yang menyebabkan ini semua ?

Kejenuhan dengan pasangankah ? Ataukah karena namanya dunia maya, hingga mereka berpikir tak kan merusak hubungan keluarga di dunia nyata.

Seorang teman bercerita, bagaimana suaminya bertemu dengan mantan pacarnya di FB, setelah lebih 25 tahun berpisah karena masing-masing menjalani kehidupan lain selepas lulus sekolah menengah. Merekapun akhirnya menjalin hubungan kembali secara sembunyi-sembunyi. Beremula dari sekedar just say hello di dunia maya. Berlanjut dengan obrolan ringan ketika chatting hingga saling curhat. Awalnya mungkin tanpa disadari hingga pada suatu titik mereka pun merasa memiliki tempat untuk berbagi. Ketika hati telah berpaling pada pria/wanita idaman lain, biasanya pasangan di rumah akan nampak buruk saja, kekurangan pasangan menjadi semakin mencolok.

Setiap orang rupanya perlu menjaga komitmen, lalu memahami hakekat sebuah pernikahan. Jika ini menjadi landasannya, mestinya sejak awal bisa dihindari. Islam bahkan sudah mengaturnya, bagaimana komunikasi antar manusia yang berlawanan jenis yang bukan muhrim. Aturan dalam memperlakukan hewan saja ada, apalagi interaksi sesama manusia. Mengumatamakan langkah preventiv menjadi satu hal terpenting supaya tidak terpelosok dalam kenistaan.

Bisa jadi bermula dari ketertarikan fisik melalui foto profil yang dipajang sedemikian rupa, atau koment yg tanpa sadar membuat orang dipihak sana berbunga-bunga. Semua ini adalah pintu, yang apabila terkuak sedikit saja, maka dengan segera setan mengambil peran untuk memperlebar.

Sebuah cerita yang menyesakkan sudah dialami beberapa orang yang saya kenal cukup dekat. Saya tidak tahu lagi kabar teman saya ini, sampai akhirnya saya dengar hubungan mereka sudah sedemikian genting dan sekarang dalam proses perceraian. Miris. Semoga keluarga ini diberikan jalan keluar yang baik.

Siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan, mereka yang terseret arus CLBK (cinta lama bersemi kembali), semoga dapat menyadari bahayanya bagi komitmen keluarga. Tentunya akan menjadi sulit jika sudah terbawa oleh derasnya arus yang menghanyutkan ini.

Siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan, mereka yang berada dalam situasi ini, saran saya cepatlah ambil sikap untuk menyelamatkan rumah tangga. Keinginan untuk ngobrol di dunia maya dengan mantan pacar, ataupu orang yang baru kita kenal yang sudah membuat kita tertarik, itu hanya maya! Semu ! Tetap berkomitmen untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga dan menjaga kepercayaan pasangan. Tak ada yang tak mungkin memang.

Bisa jadi kita tidak menyukai salah satu perangai padangan. Bertahun tahun membuat jengkel. Bersabarlah, maka Allah kan memberikan kepadanya kelebihan yang banyak.

Bagi kaum wanita, yang nyaris tergelincir oleh derasnya arus teknologi, jangan manjakan perasaanmu untuk situasi ini. Menyesatkan dan menina bobokan. Jangan sampai nanti menyesal, karena orang yang kamu kagumi di dunia maya ternyata hanya sampah yang dikemas dalam bungkusan melalui rangkaian kata manis ketika chatting misalnya.. Ia menarik, ia apik, ia … blaa…blaaa.. lainnya hanya ketika di dunia maya. Jika suami di rumah sudah cukup menafkahimu lahir batin, bahkan memberimu kebebasan berekspresi untuk menunjukkan potensimu agar dapat bermanfaat bagi orang banyak, lalu apa lagi… Bersyukurlah. Jauhkan dirimu dari selingkuh.

Jkt, April 2018

Salam hangat dan Semangat.

Etty Lismiati