Cakrawala

Mesjid dan Mall


foto dari https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcRrlWTFWX4YFy1FLd1lSPialn
WU0A1 pDjBVS7J4_HLInTTuY7G1

Banyak Mall di Jakarta, tempat sholatnya hanya menempati sebuah ruang kecil di parkiran basement dengan perlengkapan seadanya. Kontras dengan kemegahan bangunan mall yang indah. Bahkan ada yang hanya berupa ruang sempit di dekat pusat instalasi  pendingin ruangan, yang terletak di salah satu sudut di dalam area parkir mobil. Bisa dibayangkan, panasnya berada di mushola kecil itu tanpa AC . Continue reading “Mesjid dan Mall”

Cakrawala

Pesona Danau di Ranah Minangkabau (Bagian 2: Danau Maninjau)


PLTA Maninjau

Mau keliling Danau ? Ada perahu yang bisa di sewa di situ.Mau keliling Danau ? Ada perahu yang bisa di sewa di situ.
Mau keliling Danau ? Ada perahu yang bisa di sewa di situ.
PLTA ManinjauPLTA Maninjau
PLTA Maninjau

Danau Maninjau berada di kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, adalah type danau tektonik yang berada pada ketinggian 461,5 meter dibawah permukaan laut. Dengan luas sekitar 96 km2, keberadaan danau ini telah banyak memberikan kontribusi sebagai sumber penggerak perekonomian masyarakat setempat. Panorama yang mempesona, menjadikannya sebagai salah satu andalan devisa di sektor pariwisata.

Gambar ini di ambil dari atas perahu yang kami sewa untuk keliling danau dan mendekati pulau-pulau kecil disekitar danau.Gambar ini di ambil dari atas perahu yang kami sewa untuk keliling danau dan mendekati pulau-pulau kecil disekitar danau.
Gambar ini di ambil dari atas perahu yang kami sewa untuk keliling danau dan mendekati pulau-pulau kecil disekitar danau.
Di pinggir dermaga, nampak perahu-perahu yang siap mengantar wisatawan keliling danau. Pada musim liburan, wisatawan bahkan harus menunggu giliran untuk mendapatkan perahu yang bisa membawa mereka berkeliling danau. (photo by : Ettylist))Di pinggir dermaga, nampak perahu-perahu yang siap mengantar wisatawan keliling danau. Pada musim liburan, wisatawan bahkan harus menunggu giliran untuk mendapatkan perahu yang bisa membawa mereka berkeliling danau. (photo by : Ettylist))
Di pinggir dermaga, nampak perahu-perahu yang siap mengantar wisatawan keliling danau. Pada musim liburan, wisatawan bahkan harus menunggu giliran untuk mendapatkan perahu yang bisa membawa mereka berkeliling danau. (photo by : Ettylist))

Dengan kedalaman danau hingga mencapai 165 meter, memungkinkan

Continue reading “Pesona Danau di Ranah Minangkabau (Bagian 2: Danau Maninjau)”

Cakrawala

Pesona Danau di Ranah Minangkabau (Bagian 1 : Danau Singkarak)


Ekosistim yang yang terdapat di Danau Singkarak, menghasilkan species yang hanya ada di danau ini, yaitu ikan bilih (Mystacoleucus padangensis). Anehnya, ikan ini tidak dapat dibudidayakan diluar habitatnya yang asli, termasuk pembudidayaan dengan jala terapung yang banyak bertebaran diseputar danau. Jala terapung ini dapat menambah ekonomi masyarakat di sekitar danau melalui budidaya udang maupun hasil tangkapan lainnya.

Sumatra barat sudah banyak dikenal sebagai daerah tujuan wisata yang cukup potensial. Meskipun gaungnya tak senyaring Bali, kita tahu ada banyak objek wisata menarik di propinsi ini. Mau wisata alam, wisata sejarah ataupun wisata budaya, semua menakjubkan untuk dijelajahi.

Continue reading “Pesona Danau di Ranah Minangkabau (Bagian 1 : Danau Singkarak)”

Cakrawala

Keseimbangan


link gambar : http://cdn.webecoist.com/wp-content/uploads/2010/12/balanced_rocks_1x.jpg

Bekerja itu untuk 2 tujuan, untuk memenuhi kebutuhan fisik dan untuk kebutuhan jiwa. Keduanya menjadi satu paket dalam keseimbangan antara hak dan kewajiban. Jika kita beruntung memiliki pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan, mampu mengekspresikan diri sesuai  bakat dan keterampilan yang dimiliki dan melayani orang lain dengan sebaik-baiknya, tentunya pekerjaan menjadi sebuah kesenangan. Kita merasa enjoy mencurahkan segenap perhatian, tenaga, dan pikiran untuk pekerjaan. Rasa senang menghasilkan kepuasan batin sehingga kadang kala saking asyiknya kita mengabaikan hak-hak yang dimiliki anggota badan, yaitu istirahat dan makan.

link gambar : http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQiXYC6T4BYePteDOz98tXAdql5NJbuB_sFQtt74bkOXQxuSSW5fg

Orang yang bekerja juga memerlukan pengakuan dan penghargaan agar hidup lebih bergairah, dan ini hanya bisa diperoleh kalau kita telah mampu menyalurkan kompetensi tertinggi yang kita miliki. Juga mampu memberikan nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi orang lain. Kalau asupan gizi bagi jiwa melalui eksistensinya dalam pekerjaan telah terpenuhi, jangan sampai asupan gizi untuk raga menjadi berkurang. Makan dan istirahat deh kuncinya, semua dengan takaran cukup, sesuai irama biologis masing-masing orang. Dalam berbagai hal, kuncinya adalah keseimbangan. Oke, selamat rehat semuanya, semoga besok kita bisa beraktifitas lagi dengan energy baru.  Good Night !

Salam Hangat dan Semangat 🙂

Jakarta, 13 Desember 2011

Etty Lismiati

Cakrawala, Serba serbi dunia pendidikan

LAGI-LAGI TAURAN !!!


imagesSegerombolan anak SMP berjibaku dengan saling melempar batu. Di ujung lain dengan celana jangkis berwarna biru seorang anak mengayun-ayunkan ikat pinggang tak kalah seru. Bak jagoan neon, tali pinggang yang ujungnya dikaitkan gir, membuat orang-orang yang kebetulan melintas di jalan itu menjadi ngilu. Jika hinggap di kepala salah satu bocah-bocah itu, bocor sudah tentu.

Hmmm….. ueedan, beberapa anak yang terlibat, sehari-harinya keliatan manis dan penurut, kenapa nampak liar ketika bergerombol dalam tauran di jalanan.  Seperti setan-setan kecil yang mengintai untuk mencelakai diri sendiri maupun orang lain, tanpa tahu penyebab maupun  tujuannnya. Ada apa dengan mereka ini …? Bahkan yang lebih tragis lagi, korban nyawa sudah banyak bergeimpangan dari tahun ke tahun. Kematian yang sia-sia. Harus ada upaya untuk memutus mata rantai penyimpangan prilaku mengerikan ini. Tradisi babar ini tidak boleh berlanjut lagi…

ilustrasi
ilustrasi

Ini persoalan bersama, orang tua paling utama… Masalahnya masih saja ada orang tua yang menganggap kalo sudah menyerahkan anak ke sekolah berarti semua persoalan kelakuan anak didalam maupun diluar sekolah menjadi tanggung jawab guru atau pihak sekolah. Akibatnya, ketika masyarakat melihat segerombolan siswa berprilaku tidak semestinya, banyak pihak mengarahkan tatapan mata dan telunjuknya ke guru.

Penanganan prilaku anak tidak bisa dilihat sebagaimana yang tampak dari luar. Akar persoalannya tidak sesederhana itu. Penyimpangan timbul akibat akumulasi dari berbagai ketidak beresan sistim pendidikan dan gempuran lingkungan yang tidak kondusif. Termasuk peran berbagai media yang menyuguhkan tayangan yang jauh dari nilai2 pendidikan. Kekerasan yang dipertontonkan, dan kecemburuan social,  terakumulasi dalam  luapan kemarahan yang terekspresi dalam tingkah laku liar. Anak-anak ini tidak mendapat contoh baik dari lingkungannya. Sebagian mungkin cuma ikut-ikutan, tanpa tau siapa lawan mereka dan untuk tujuan apa. Media pun ikut berperan memberi stimulus untuk berbagai penyimpangan dan norma.

Menjadi PR besar guru, orang tua dan pemerintah saat ini. Bagaimana sistim pendidikan di sekolah menjadi kondusif bagi katup penyalur kelebihan energy generasi muda ini. Bagaimana peran orang tua di rumah mendampingi mereka berproses diusianya yang kritis dalam mencari eksistensi diri……..

Jakarta, November 2011

Salam Hangat dan Semangat

Etty Lismiati

Cakrawala

Pilih Kasih


Hati2 memperlakukan anak. Jangan sampai kecenderungan orang tua terhadap anak menumbuhkan kecemburuan terhadap anak lainya. Biasanya prilaku pilih kasih orang tua benar2 tanpa disadari. Tiap anak tentu punya keunikan dan karakternya sendiri. Memang manusiawi jika kadang orang tua lebih condong pada salah satu anaknya. Kecenderungan ini dapat terungkap melalui banyak hal, bukan saja melalui kata2, tapi juga dari bahasa tubuh orang tuanya. Jika orang tua tidak bijak penyikapannya, ini sangat berbahaya bagi perkembangan pribadi anak2nya, baik yang merasa lebih disayang maupun yang merasa dikesampingkan.

Bagi anak yang merasa dikesampingkan. kepahitan itu melekat terus seumur hidup. Bahkan dapat berpengaruh pada hilangnya rasa percaya diri. Paling parah bisa sampai menjadi dendam hingga membenci orang tuanya. Begitu pula bagi anak yang merasa diistimewakan, pelan-pelan akan tumbuh jadi anak yang egois. Bagaimana perlakukan kita pada anak2 anda di rumah? Sudahkah kita memilih kata dan penyikapan yang tepat terhadap masing2 anak ?

130610170553
sumber gambar : ayahbunda.co.id

 

Cakrawala

PEMBANTU


Bisa dibayangin deh gimana repotnya gak ada pembantu untuk ibu-ibu  yang bekerja maupun bagi mereka yang memiliki seabreg aktifitas  di luar rumah. Apalagi yang memang sudah terbiasa menyerahkan segala urusan tetek bengek rumah tangga kepada pembantu hingga puluhan tahun.  Kalo anak sudah besar-besar mungkin gak terlalu jadi kendala. Saya inget dulu waktu harus ‘nenteng-nenteng’ anak untuk ngajar ketika si kecil masih balita. Meskipun pinpinan maupun temen-temen di sekolah gak masalah, tapi rasanya gimanaaa gitu ya.. Sementara belum dapat pengganti, kadang malah, anak sampe dititip dulu ke tetangga karena keluarga dekat lokasinya agak jauh sie. Kondisi begini memang bisa ganggu kinerja  kita.

Cari pengganti juga gak gampang, harus selektif, karna terkait pada perkembangan anak yang akan menghabiskan banyak waktu bersamanya dirumah.  Jadi mau gak mau saya siasati supaya gak bergantung sepenuhnya pada pembantu sejak awal, dengan melibatkan anggota keluarga untuk urusan rumah tangga, minimal bisa membantu hal-hal sederhana yang bisa mereka lakukan untuk dirinya sendiri . Sebagai bagian dari proses mengembangkan nilai-nilai tanggung jawab, tidak bijaksana jika kita membiarkan si kecil yang masih duduk di TK misalnya, benar-benar  tergantung sepenuhnya pada pengasuhnya. Mulai melek di pagi hari hingga tidur di malam hari.  Lama-lama si kecil yang kita sayangi ini akan tumbuh menjadi seorang anak yang manja dan tidak mandiri.

Continue reading “PEMBANTU”

Cakrawala

Angkutan masal yang nyaman, tapi tidak nyaman !


Dari tahun ke tahun, Jakarta masih saja berkutat soal kemacetan. Padahal katanya sudah diurus oleh akhlinya. Ingat slogannya ‘Bang Foke’ dulu, “Serahkan  Jakarta pada yang akhli….” Sepertinya Jakarta masih kerepotan juga bagaimana mengurangi kepadatan jalan, atau membuat sistim transportasi yang manusiawi dan nyaman. Kalau saja Pemda konsisten pada tujuan semula, Bus Way untuk mengurangi kemacetan, ya mestinya di buat nyaman dong. Pasti orang lebih suka mobil-mobil pribadinya tersimpan di garasi pada jam-jam sibuk setiap hari. Nyatanya, Continue reading “Angkutan masal yang nyaman, tapi tidak nyaman !”

Cakrawala

Mesjid


Di sebuah kompleks rencananya akan di bangun sebuah mesjid, tapi hingga 2 tahun belum dapat terealisasi, padahal lingkungan sekitarnya mayoritas muslim tergolong mampu secara ekonomi. Ini terlihat dari deretan rumah yang cukup bagus dan beberapa bisa dikatakan mewah. Karena sudah lebih 2 tahun belum dapat teralisasi, maka panitia pembangunan mesjid ini mencari bantuan ke Brunai Darusalam dan Arab Saudi. Mengapa terjadi ironi seperti ini ?

Berbeda dengan cerita di atas, di sebuah perkampungan kumuh ….. Continue reading “Mesjid”